Daerah

Santri Jangan Takut Menikah

Jum'at, 05 April 2019 14:30 wib

...
Peserta Bimbingan Pra Nikah Calon Pengantin, foto bersama di aula PCNU Kencong (santrinews.com/nuo)

Jember – Ketua PCNU Kencong, Kabupaten Jember, KH Zainil Ghulam, menegaskan, menikah merupakan suatu ikhtiar untuk membangun umat yang lebih baik. Sebab dari proses itu akan dihasilkan bibit-bibit generasi baru sebagai calon penerus perjuangan.

Karena itu, KH Zainil Ghulam meminta siapa pun untuk tidak boleh takut untuk menikah. Termasuk generasi muda NU dan kaum santri.

“Makanya bagi yang sudah waktunya menikah, silakan. Jangan pernah takut untuk menikah,” ujarnya saat memberikan tausiyah dalam Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Calon Pengantin di aula PCNU Kencong, Kamis, 4 April 2019.

Baca juga: Perkawinan, Proses Perjalanan Hidup

Menurut KH Zainil Ghulam, pembangunan umat dan bahkan bangsa bisa dimulai dari pembangunan rumah tangga. Sebab bangsa merupakan kumpulan dari berjuta-juta rumah tangga. Rumah tangga yang solid, akan menghasilkan keturunan yang baik, dan dari situlah fondasi umat yang kokoh bisa dibangun.

Bimbingan Pra Nikah hasil kerjasama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Cabang Jember dan Kantor Kementerian Agama Jember itu berlangsung dua hari.

Ketua IKA PMII Jember, Akhmad Taufiq berharap agar bimbingan tersebut dapat memberikan bekal bagi remaja yang mau menikah. Bimbingan pra nikah itu, menurut dia, merupakan modernisasi ajaran, yang jauh sebelumnya secara kultural sudah dilakukan oleh para orang tua.

“Bimbingan pra nikah ini adalah bekal penting untuk memulai kehidupan rumah tangga. Sebab, tak jarang baru nikah sudah cerai,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Baca juga: IKA PMII Jember Gagas Gerakan Antikekerasan Terhadap Perempuan

Sementara, wakil dari Kementerian Agama Kabupaten Jember, Anang Ismanto mengaskan bahwa jumlah pernikahan di Jember mencapai 21.000 pasangan/tahun. Sementara angka perceraian berkisar 6000 pasangan/tahun.

“Ini jelas memprihatinkan dan membutuhkan penanganan. Bimtek (bimbingan teknis) adalah salah satunya,” urainya. (shir/nuo)