Daerah

Kukuhkan 112 Kader Baru, IPNU Sumenep Titip Pesan Gus Mus

Rabu, 03 Juli 2019 20:00 wib

...
Suasana penutupan dan pengukuhan 112 kader IPNU-IPPNU di halaman Madrasan Mambaul Ulum, Gapura Barat, Sumenep (santrinews.com/mahrus)

Radikalisme sudah mulai menyasar kalangan pelajar. Berani bawa bom dan diledakkan sendiri.

Sumenep – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Sumenep, Jawa Timur, resmi mengukuhkan anggota atau kader sebanyak 112 Siswa Mambaul Ulum, Gapura Barat, Kecamata Gapura.

Pengukuhan itu dilakukan setelah mereka selama tiga hari, Senin-Rabu 1-3 Juli 2019, mengikuti proses kaderisasi tingkat pertama, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Mereka didokrin khusus dengan beberapa materi, diantaranya ke-Aswaja-an, ke-NU-an, dan ke-IPNU-IPPNU-an.

Baca juga: Buka Konfercab IPPNU Sumenep, Bupati: Harus Mampu Mengepakan Sayap Organisasi

Dalam penutupan Makesta di halama Madrasah Mambaul Ulum, Ketua PC IPNU Sumenep Musyfikurahman mengutip pesan yang disampaikan KH Mustofa Bisri alias Gus Mus. “Orang yang bodoh itu adalah orang yang merasa pintar dan berhenti belajar,” ujarnya.

PC IPNU Sumenep, kata Musyfik, menaruh harapan besar agar setelah mereka dikukuhkan dapat meningkatkan kualitas diri. “Jangan hanya main game saja tapi perlu kembali pada khittah pelajar yaitu belajar,” pesannya.

Baca juga: Kongres Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi

Sementara, Ketua Yayasan Mambaul Ulum KH Fathol Kholiq, mengungkapkan bahwa belakangan paham radikal sudah mulai menyasar ke kalangan pelajar. “Merasa miris ketika orang terkena penyakit radikalisme, bahkan berani bawa bom sambil diledakkan sendiri,” tegasnya.

Kiai Kholiq berharap agar nanti sekolah bisa membuat modul. Targetnya, para siswa tertarik ikut bergabung di IPNU atau IPPNU. “Setelah pelatihan ini tentu IPNU-IPPNU harus mengeluarkan modul,” ujarnya seraya berpesan agar para siswa tidak takut berproses. (mahrus/onk)