Nasional

PBNU: Kiai Sepuh Jangan Ragu Divaksin

Jum'at, 19 Februari 2021 15:00 wib

...
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menerima vaksin Covid-19 dosis pertama jenis Sinovac untuk lanjut usia, Rabu, 17 Februari 2021 (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesehatan dr Syahrizal Syarif berpesan kepada para kiai dan pengasuh pesantren yang sudah sepuh berusia di atas 70 tahun, tidak perlu ragu-ragu terhadap vaksinasi.

“Vaksin Covid-19 (produksi) Sinovac tidak diragukan. Sudah aman sekali. Bahkan di Brasil, penerima vaksin pertamanya adalah seorang nenek-nenek berusia 102 tahun, namanya Fransisca Alves Xavier. Jadi maksud saya, kiai-kiai yang berusia di atas 70 tahun itu tidak usah ragu terhadap vaksinasi,” kata Syahrizal, Kamis, 18 Februari 2021.

Berdasarkan riset ilmiah, lanjutnya, rentang waktu vaksinasi untuk kalangan lanjut usia dari dosis pertama ke dosis kedua adalah 28 hari. Berbeda dengan kelompok berusia 18-59 tahun yang berjarak selama 14 hari.

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini juga berharap agar semua pesantren, baik pengasuh maupun guru-gurunya, tidak menolak terhadap vaksinasi Covid-19.

Sebab, proses vaksin sejak awal berbasis ilmiah. Sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma, serta dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Syahrizal, vaksinasi untuk para kiai dan nyai sepuh di pesantren bukan hanya bertujuan untuk melindungi warga pesantren, tetapi juga dapat memberikan perlindungan kepada warga sekitar pesantren dari wabah Covid-19.

“Guru-guru pesantren itu masuk ke dalam kategori pelayan publik. Jadi pemberian vaksinasi ini kepada semua pengajar yang ada di pesantren serta kepada kiai-kiai, nyai, dan kelompok lansia yang ada di pesantren,” tuturnya.

Ia merasa sangat yakin, jika vaksinasi Covid-19 dilakukan di pesantren dan diberikan kepada pengasuhnya yang sudah berusia di atas 70 tahun, maka akan terjadi penurunan angka kematian atau kasus Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

Syahrizal memberikan apresiasi kepada Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang pada Rabu lalu memberikan contoh untuk bersedia menerima suntikan vaksin. Menurut Syahrizal, para tokoh agama di pesantren mesti meniru Wapres.

“Kemarin (Rabu) baru dicontohkan, saya kira bagus sekali, vaksinasi terhadap wakil presiden yang berusia 77 tahun, seorang mantan Rais Aam PBNU. Saya kira ini contoh baik yang harus ditiru di pesantren,” tegasnya.

Saat ini, Syahrizal menuturkan, angka kematian di kalangan kiai, nyai, dan warga pesantren sangat tinggi dibandingkan dengan angka normal kematian sebelum Covid-19.

Karena itu, ia berharap kepada pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada pesantren, soal vaksinasi Covid-19 yang harus disegerakan.

“Saya berharap pemerintah memberikan perhatian khusus memprioritaskan dan mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi kepada kelompok lansia di pesantren. Mudah-mudahan vaksin bisa dilaksanakan secara luas, secara merata, dan dilaksanakan dalam waktu secepatnya,” ujarnya. (nuo/red)