Nasional

Vaksinasi Bagi Jutaan Santri Terus Bergulir

Rabu, 01 September 2021 08:00 wib

...
Sejumlah santri antre untuk mengikuti swab test di Pondok Pesantren Darul Atsar Salamsari, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat, 16 Oktober 2020 (santrinews.com/antara)

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan program Vaksinasi bagi jutaan santri terus bergulir di berbagai daerah. Menurut dia, usaha ini menjadi kontribusi santri dan pesantren dalam mewujudkan kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Pertengahan Agustus 2021, saya ikut menyaksikan dan memberikan sambutan kick off program ‘Tiga Juta Pesantren Jawa Barat’ siap divaksin,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Agustus 2021.

Menurutnya, program vaksinasi di pesantren strategis sebab pesantren merupakan sebuah ekosistem. Selain kiai, ustadz, dan santri, di dalamnya juga ada masyarakat sekitar pesantren. “Jika vaksin diberikan ke pesantren, secara ekosistem juga akan terbantu,” kata Yaqut.

Selain itu, vaksinasi bagi para santri dan pesantren juga berdampak pada tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk bersama-sama ikut serta program vaksinasi.

Dalam sebulan terakhir, tercatat program vaksinasi santri dilakukan di banyak pesantren, baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. Prosesnya melalui kerja sama kantor wilayah Kementerian Agama provinsi atau tingkat kabupaten dan kota, Baznas, dinas kesehatan, TNI, Polri, dan pihak lainnya.

“Pada Kamis, 2 September 2021, vaksinasi untuk kiai, ustadz, dan santri dilakukan di Jawa Tengah. Program ini akan menyasar vaksin bagi 8.635 kiai, 46.181 ustadz/ustadzah, dan 539.255 santri,” kata Yaqut.

Gus Yaqut optimistis vaksinasi santri terus berlangsung dan makin masif seiring kesadaran masyarakat mengikutinya.

Ia mengatakan vaksinasi santri dan pesantren menjadi komitmen pemerintah sekaligus dalam menyongsong Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Pemerintah berkomitmen proses vaksinasi santri dan pelajar ini bisa segera diselesaikan, dan itu akan berkontribusi besar dalam pembentukan kekebalan kolektif,” pungkasnya. (ant/red)