Nasional

Presiden Jokowi Resmi Buka Munas NU di Masjid Istiqlal

Minggu, 14 Juni 2015 15:48 wib

...
Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Munas Alim Ulama NU dan Istighosah Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad 14 Juni 2015 (santrinews.co/kompas)

Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdatul Ulama (Munas NU) di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad, 14 Juni 2015. Pembukaan Munas Nu itu juga dirangkai dengan istighosah akbar dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim, saya buka Munas Alim Ulama NU,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Menpora Imam Nahrawi, dan Menkominfo Rudiantara.

Kehadiran Presiden Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Tampak hadir pula Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansar Nusron Wahid, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Istighosah yang dipimpin Rais “˜Amm Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman), Habib Luthfi bin Ali bin Yahya itu sedikitnya dihadiri 40 ribu jamaah dari seluruh Indonesia.

Para alim ulama dan habaib juga tampah ruah memenuhi masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Usai pembukaan di Masjid Istiqlal, Munas akan dilaksanakan di Gedung PBNU. Hadir sebagai peserta adalah Rais dan Katib Syuriyah PWNU se-Indonesia dan anggota Pleno PBNU.

Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud mengatakan, agenda Munas diantaranya untuk memantangkan draf materi Muktamar ke 33 NU di Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

“Termasuk nanti juga dibahas tata cara pemilihan Rais Aam dengan menggunakan metode Ahlul Halli wal Aqdi yang merupakan keputusan Rapat Pleno NU di Wonosobo dan Munas NU di Jakarta sebelumnya,” kata Marsudi.

Muktamar Ke-33 NU akan dilangsungkan di empat pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, yaitu Darul Ulum (Peterongan), Bahrul Ulum (Tambakberas), Mambaul Maarif (Denanyar), dan Salafiyah Syafiiyah (Tebuireng). (ahay)