Nasional

Budayawan NU: Pancasila Hasil Ijtihad Para Ulama

Minggu, 05 Maret 2017 12:57 wib

...

Ngawi – Budayawan NU, Zastrouw al Ngatawi meminta kader PMII harus tetap menjaga nilai tradisi dan budaya Nusantara yang sudah dirumuskan dalam satu azas bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Menurut Zastrouw, beberapa waktu terakhir bangsa Indonesia menjadi ladang pertarungan oleh kelompok-kelompok yang punya kepentingan global sehingga akan mengancam kemajemukan Nusantara ini.

“Sebagai kader muda NU, PMII harus tampil di garda depan dalam mengawal perkembangan zaman sehingga tidak menjadi generasi bangsa yang kehilangan pijakan dalam berideologi,” kata Zastrouw.

Zastrouw menyampaikan pesan itu saat mengisi Orasi Kebangsaan pada pembukaan Konfercab X PMII Ngawi di Gedung Pertemuan Rumah Makan Notosuman, Kabupaten Ngawi, Sabtu 4 Maret 2017.

Menurut Zastrouw, Pancasila adalah hasil ijtihad para ulama dan para tokoh pendiri bangsa. Pancasila merupakan gabungan dari nilai Syariat dan Thoriqot, sehingga dalam Pancasila itu bisa mewadahi berbagai macam tradisi budaya serta bahasa yang ada di Nusantara ini.

Sebelumnya saat menyampaikan sambutan, staf ahli bidang politik dan pemerintahan Pemerintah Kabupaten Ngawi Bambang Wiyono mengaku pihaknya sangat membutuhkan kehadiran dan peran PMII dalam rangka menguatkan nilai tradisi dan budaya luhur Nusantara.

Sebab, menurut Bambang, PMII adalah organisasi mahasiswa yang turut mencetak kader-kader muda berwawasan Islam dan berjiwa nasionalis.

“Menguatkan nilai tradisi dan budaya luhur Nusantara harus dimulai dari bawah. Agar tidak mudah dimasuki faham radikalisme, khususnya kampus di Ngawi yang mayoritas kampus swasta, kami sangat butuh peran PMII,” tegas Bambang.

Pembukaan Konfercab X PMII Ngawi bertajuk “Penguatan Integritas Menuju Nilai Luhur Nusantara” itu dihadiri ratusan kader, alumni, dan pejabat pemerintah setempat.

Agenda Konfercab X PMII Ngawi akan dilansungkan selama dua hari hingga Ahad, 5 Maret 2017, di kampus STKIP PGRI Ngawi, salah kampus swasta yang dimana PMII Ngawi dilahirkan. (ubaid)