Politik

Soal Kenaikan BBM, Demokrat: Gus Choi Politisi Hipokrit

Selasa, 18 November 2014 23:30 wib

...
Effendi Choirie (santrinews.com/antara)

Jakarta – Partai Demokrat tak terima atas pernyataan politisi Partai Nasdem Effendi Choirie yang menyatakan bahwa kebijakan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla menaikkan harga BBM sebagai sisa pekerjaan mantan presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak selesai.

“Apa yang dikatakan Effendi Choirie adalah statemen ngawur. Kelihatan kalau tidak memahami masalah dan tidak mengerti persoalan kebijakan publik,” kata Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa malam, 18 Nopember 2014.

Sebelumnya, Effendi Choirie menyatakan bahwa SBY tidak berani menaikkan harga BBM karena menjaga citra pribadi. Padahal, dalam konteks kepentingan nasional, harga BBM harus dinaikkan.

“Ini (kenaikan harga BBM) adalah sisa pekerjaan SBY yang tidak selesai. Ini bom waktu dari SBY,” kata Gus Choi – panggilan akrab pria yang kini dipercaya menjadi Ketua DPW Nasdem Jatim ini.

Menurut Farhan, pemerintah memiliki kewenangan, baik mengerjakan maupun meninggalkan sebuah kebijakan dengan pertimbangan rasional demi keberlangsungan pemerintahan yang dipimpinya.

SBY tidak menaikkan BBM waktu itu karena melihat keadaan rakyat secara umum yang tidak menginginkan BBM naik,” ujarnya.

Pertimbangan lain, sambung dia, pemerintahan SBY waktu itu masih memiliki jalan untuk menggerakkan ekonomi dengan modal lain. “Jadi jangan bilang SBY memilih pencitraan,” tegasnya.

“Ini ungkapan dari politisi yang hipokrit. Apa Effendi Choirie tidak sadar bahwa kenaikan harga BBM apapun alasanya rakyat selalu merasa keberatan,” imbuhnya.

Farhan menambahkan, pemerintahan Jokowi-JK tidak boleh merengek untuk hal-hal semacam ini kepada SBY, malainkan harus berani menghadapi keadaan akibat kenaikan BBM ini.

“Baik buruk kebijakan ini sudah dikeluarkan, dan harus disikapi dengan bijak. Jangan melempar kesalahan kepada pemerintah sebelumnya, itu tidak etis,” tandasnya.

Dia menilai, Effendi Choirie adalah politisi yang tidak gentle karena tidak mau mengakui dan bertanggungjawab atas kebijakanya sendiri. Menurutnya, sebagai pendukung pemerintah Jokowi, Effendi Choirie yang notabene politisi Nasdem perlu bersikap ksatria.

“Kenaikan BBM ini adalah bom busuk pemerintah Jokowi yang dulu selalu ditolaknya waktu dinaikkan pada zaman SBY. Sekarang, dengan dalih dan alasan yang sulit diterima akal, malah dinaikkan. Saya kira rakyatlah yang akan menilai,” pungkasnya. (us/onk)