Tebarkan Islam Ramah, Indonesia Damaikan Arab Saudi-Iran

Jakarta – Pemerintah Indonesia mengkhawatirkan memburuknya hubungan Iran dan Arab Saudi. Indonesia yang menyerukan kedua negara “berdamai”, komitmen jadi penggerak utama dalam menebarkan Islam yang Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi seluruh alam).

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dalam pidato awal tahun 2016. Indonesia bersikap netral dalam polemik ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.

“Indonesia secara pro aktif melakukan komunikasi dengan berbagai negara dan organisasi, di antaranya, Arab Saudi, Iran, Malaysia, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Rusia dan Sekjen OKI. Komuniksi masih terus dilakukan dengan beberapa negara lainnya,” kata Menlu Retno, Kamis, 7 Januari 2016.

Menlu Retno melanjutkan, bahwa Indonesia minta semua pihak untuk menahan diri sehingga situasi tidak memburuk.“Indonesia tekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas kawasan Timur Tengah. Indonesia menawarkan diri membantu penyelesaian secara damai,” ujar Retno.

Ketegangan terbaru Iran dan Arab Saudi dipicu oleh eksekusi 47 orang termasuk ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqir Al-Nimr, pada Sabtu pekan lalu. Eksekusi terhadap Al-Nimr memicu amuk massa di Iran yang membakar dan menyerang kantor Kedubes Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di Mashhad. Saudi merespons keras dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Menurut Retno, pedamaian dan stabilitas Timur Tengah dipengaruhi hubungan Arab Saudi dan Iran. Dalam pidatonya, Menlu Retno selain menegaskan komitmen Indonesia menebarkan Islam yang Rahmatan lil Alamin, juga menyatakan komitmen Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia untuk menebarkan toleransi dan demokrasi. (rus/sindo)

Terkait

Dunia Lainnya

SantriNews Network