Politik

KPU Jatim: Golput Tak Pengaruhi Pelaksanaan Pemilu

Rabu, 25 Juni 2014 14:53 wib

...
Komisioner KPU Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro (kanan) saat berbicara di acara dialog interaktif Gemasaba Jatim, di Jatim Expo Surabaya (dok/santrinews.com)

Surabaya – Setiap momentum politik, isu golongan putih (golput) selalu muncul. Namun, gerakan tolak memilih yang dihembuskan itu memiliki motif yang berbeda, baik pada Pemilihan Legislatif (pileg) maupun Pemilihan Presiden (pilpres) 2014 kali ini.

Demikian ditegaskan Komisioner KPU Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro saat berbicara di dialog interaktif tentang “ňúNetralitas TNI-Polri dan Menolak Golput’ yang dilaksanakan oleh Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jatim, di JX Internasional Surabaya, Rabu, 25 Juni 2014.

Gogot menjelaskan, gerakan golput muncul pertama kali pada tahun 1971 silam. Kala itu, didengungkan oleh gabungan aktivis Kelompok Cipayung, “Kenapa golput? Karena waktu itu dari tiga partai kontestan pemilu pemenangnya sudah diketahui, yaitu Golkar,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Gogot, golput saat itu sebagai bentuk gerakan protes terhadap pelaksanaan pemilu yang tidak demokratis. Berbeda dengan gerakan golput saat ini.

“Sekarang banyak orang yang semula tidak mau memilih kemudian mencoblos setelah kena serangan fajar,” tandasnya.

Grakan golput saat ini, kata Gogot, tidak akan mempengaruhi pelaksanaan pemilu. “Karena pemilu sekarang adalah pemilu substansial. Beda dengan pemilu zaman orde baru yang prosedural,” katanya. (ahay)