Politik

Ini Kekayaan Calon Kepala Daerah di 19 Kabupaten/Kota di Jatim

Kamis, 12 November 2015 22:30 wib

...

Surabaya – Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten/kota di Jawa Timur pada Pilkada serentak 2015 sudah menyerahkan Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

LHKPN itu kemudian disampaikan kepada publik dengan dibacakan sendiri oleh masing-masing pasangan calon pada acara Pembekalan dan Deklarasi calon kepala daerah dan penyelenggara Pilkada Jatim di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jalan Ketintang, Surabaya, Kamis, 12 Nopember 2015.

Pasangan calon maupun perwakilannya tidak hadir, penyampaian LHKPN dibacakan oleh pegawai KPK.

Pada 2015 ini, ada 19 daerah di Jatim yang menggelar pilkada serentak. Yakni Tuban, Surabaya, Ngawi, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Lamongan, Jember, Ponorogo, Kediri, Situbondo, Gresik, Trenggalek, Kota Pasuruan, Mojokerto, Kabupaten Malang, Sidoarjo, Pacitan, Banyuwangi, dan Sumenep.

Berikut daftar harta kekayaan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2015 di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur:

Kabupaten Tuban
1. Fathul Huda Rp82,93 M – H Noor Nahar Hussein Rp3,39 M
2. Zakky Mahbub Rp218 juta – Dwi Susiatin Rp287 juta

Kabupaten Lamongan
1. Mujianto Rp278.4 juta – Sueb Rp149,4 juta
2. Fadeli Rp7,1 M – Kartika Hidayati Rp73,8 M
3. Nursalim Rp4,279 M – Edy Wijaya

Kabupaten Gresik
1. Sambari Halim Radianto Rp36,1 M – Moh Qosim Rp2,7 M
2. Husnul Khuluq Rp2,6 M – Ach Rubaie Rp14,4 M
3. Ahmad Nurhaimim Rp2,2 M – Junaidi Rp732 juta

Kota Surabaya
1. Rasiyo Rp7,75 M – Lucy Kurniasari Rp12,9 M
2. Tri Rismaharini Rp1,8 M – Wishnu Sakti Buana Rp20,5 M

Kabupaten Sidoarjo
1. Hadi Sutjipto Rp3,5 M – Kolik Rp2,9 M
2. Usman Ikhsan Rp19,6 M – Tan Mei Wa/Ida Astuti Rp2,3 M
3. Saiful Illah Rp45,1 M dan USD 476 – Nur Ahmad Syaifuddin Rp941 juta
4. Warih Andono Rp1,9 M – Imam Sugiri Rp12,6 M

Kota Pasuruan
1. Samsul Hadi Subakir Rp46,9 juta – Agus Wibowo Rp10,4 juta
2. Setiyono Rp4,6 M – Teno Prasetyo Rp9,1 M
3. Hasani Rp3,3 M – Mukhamad Yasin Rp701 juta

Kabupaten Situbondo
1. Abdullah Faqih Gufron Rp268 juta – Untung Rp2,5 M
2. Abdul Hamid Wahid Rp6,2 M – A Fadhil Muzakki Syah Rp5,9 M
3. Dadang Wigiarto Rp1,1 M – Yoyok Mulyadi Rp10,3 M

Kabupaten Banyuwangi
1. Abdullah Azwar Anas Rp6,3 M – Yusuf Widyatmoko Rp1,9 M
2. Sumantri Soedomo Rp2,2 M – Sigit Wahyu Widodo Rp523 juta

Kabupaten Jember
1. Sugiarto Rp5,7 M – Dwi Koryanto Rp3,3 M
2. Faida Rp7,9 M – Abdul Muqit Arief Rp919,3 juta

Kabupaten Malang
1. Rendra Kresna Rp3,2 M – M Sanusi Rp1,4 M
2. Dewanti Rumpoko Rp17,4 M – Masrifah Hadi Rp4,9 M
3. Nurcholis Rp104 juta – Muhammad Mufidz

Kabupaten Mojokerto
1. Choirun Nisa Rp2,1 M – Ariefudinsyah Rp9,6 M
2. Mustofa Kamal Pasha Rp16,9 M – Pungkasiadi Rp5,1 M
3. Misnan Gatot – Rahma Shofiana

Kabupaten Kediri
1. Haryanti Sutrisno Rp58,7 M – Masykuri Rp5,23 M
2. Ari Purnomo Rp8,4 M – Arifin Rp4,1 M

Kabupaten Blitar
Rijanto Rp1,6 M – Marhaenis Urip Widodo Rp687,2 juta

Kota Blitar
1. Mochsin Rp107 juta – Dwi Sumardianto
2. Samanhudi Anwar Rp8,5 M – Santoso Rp551 juta

Kabupaten Trenggalek
1. Emil Elestianto Dardak Rp6,9 M – M Nur Arifin Rp3,1 M
2. Kholik Rp3,5 M – Priyo Handoko Rp31,4 M

Kabupaten Ponorogo
1. Sugiri Sancoko Rp1,1 M – Sukirno Rp8,3 M
2. Amin Rp2,6 M – Agus Widodo Rp773,8 juta
3. Misranto Rp5,8 M – Sujarno Rp1,6 M
4. Ipong Muclissoni Rp26,6 M – Sujarno

Kabupaten Pacitan
1. Indartarto Rp1,2 M – Yudi Sumbogo Rp2,2 M
2. Bambang Susanto Rp8,8 M – Sri Retno Dewanti Rp262 juta

Kabupaten Ngawi
1. Budi Sulistyono Rp5,5 M – Ony Anwar Rp42,2 M
2. Agus Bandono Rp1,5 M – Adi Susila Rp1,12 M

Kabupaten Sumenep
1. A Busyro Karim Rp 2 M – A Fauzi Rp Rp 11,6 M
2. Zainal Abidin Rp9,4 M – Dewi Khalifah Rp5,2 M

Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito mengatakan LHKPN menjadi syarat wajib bagi setiap calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah dalam mewujudkan pemilu yang transparan dan berintegritas.

“Kami minta menyampaikan langsung di hadapan publik agar calon pemilih tahu kondisi finansial calon kepala daerah yang akan dipilihnya,” kata Eko.

Menurut Eko, masyarakat juga bisa memantau pertambahan kekayaan calon yang dipilihnya ketika sudah terpilih menjadi pejabat daerah. (shir/red)